<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Mamink Daeng Tata's Blog</title>
	<atom:link href="http://daengtata.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://daengtata.wordpress.com</link>
	<description>Web-Blog Makanan Khas Makasar Konro</description>
	<lastBuildDate>Thu, 20 Nov 2008 03:28:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='daengtata.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Mamink Daeng Tata's Blog</title>
		<link>http://daengtata.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://daengtata.wordpress.com/osd.xml" title="Mamink Daeng Tata&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://daengtata.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Resto Mamink Daeng Tata</title>
		<link>http://daengtata.wordpress.com/2008/11/19/hello-world/</link>
		<comments>http://daengtata.wordpress.com/2008/11/19/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2008 04:19:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daengtata</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Jakarta – Metropolitan ini adalah kota majemuk. Dihuni warga dari beragam suku bangsa. Masing-masing punya selera dalam memanjakan lidah. Jadi bukan perkara mudah untuk menawarkan menu tradisional bagi warga Ibu Kota. Andalannya tak melulu bumbu dan rasa yang menawan, namun juga harus diikuti sentuhan kreatif dari sang pemilik. Rumah makan Mamink Daeng Tata terlihat biasa-biasa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daengtata.wordpress.com&amp;blog=5569196&amp;post=1&amp;subd=daengtata&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><span style="font-size:x-small;"></span></div>
<p><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;"></p>
<div id="attachment_5" class="wp-caption alignright" style="width: 290px"><a href="http://daengtata.files.wordpress.com/2008/11/kafe01.jpg"><img class="size-full wp-image-5 " title="kafe01" src="http://daengtata.files.wordpress.com/2008/11/kafe01.jpg?w=500" alt="RM Daeng Tata'"   /></a><p class="wp-caption-text">RM Daeng Tata</p></div>
<p>Jakarta – Metropolitan ini adalah kota majemuk. Dihuni warga dari beragam suku bangsa. Masing-masing punya selera dalam memanjakan lidah. Jadi bukan perkara mudah untuk menawarkan menu tradisional bagi warga Ibu Kota. Andalannya tak melulu bumbu dan rasa yang menawan, namun juga harus diikuti sentuhan kreatif dari sang pemilik.</p>
<p>Rumah makan Mamink Daeng Tata terlihat biasa-biasa saja. Untuk segi bangunan tak ada yang aneh. Nilai seninya terbilang cukup. Berbahan dasar kayu dan tembok campuran semen dengan pasir. Interiornya, tak berdekor istimewa. Sedang meja santap standar seperti tempat makan kebanyakan, meja kayu panjang dan berbangku plastik yang mudah dipindah.</p>
<p> </p>
<p></span></span></p>
<div id="attachment_7" class="wp-caption alignleft" style="width: 280px"><a title="Masakan Lezat Mamink Daeng Tata" href="http://daengtata.files.wordpress.com/2008/11/kafe02.jpg"><img class="size-full wp-image-7" style="border:black 1px solid;margin:1px;" title="Menu makanan Lezat Resto Mamink Daeng Tata" src="http://daengtata.files.wordpress.com/2008/11/kafe02.jpg?w=500" alt="kafe02"   /></a><p class="wp-caption-text">Menu makanan Lezat Resto Mamink Daeng Tata</p></div>
<p><a href="http://daengtata.files.wordpress.com/2008/11/kafe02.jpg"></a>Walau berpenampilan sederhana, seluruh bangku plastik resto ini tak ada yang tersisa. Malah, ada beberapa pengunjung sampai harus bersabar untuk mendapat tempat. Jalanan sekitar resto pun terlihat padat. Rata-rata pegoyang lidah datang dengan kendaraan roda empat, dari kelas menengah sampai kalangan berada. Keluar masuk tamu tak urung membuat antrean pemakai jalan.<br />
Kejadian itu bisa Anda rasakan bila bertandang pada jam-jam makan. ”Waktu penuhnya dari jam 11 siang sampai tiga sore dan jam lima sore sampai sepuluh malam,” sebut Hendri Adnan, Relationship Manager Resto Mamink Daeng Tata.<br />
Lalu apa sih keistimewaan resto di bilangan Casablanca, Tebet ini? Menurut Hendri, resep sukses itu didapat dari layanan manis pemilik. Pemilik resto dengan selera Makassar itu tak segan-segan menyapa tiap tamu. Malah, ia pun tak sungkan mengantar tamu sampai ke mobil. Dari situ, terjalinlah keakraban sejati.<br />
Sayang kami tak sempat merasakan keramahan itu. Sebab sang pemilik – H. Mamink – tidak ada di tempat. ”Maaf, Pak Haji lagi sakit,” ujar Hendri. Untungnya, keramahan itu juga diterapkan pada setiap karyawan. Jadi kami pun masih bisa merasakan layanan ini. Walau kadarnya jelas berbeda. Bila penasaran, kenapa tak ambil bagian untuk membuktikannya?</p>
<p>Bumbu Sehat<br />
Selain keramahan, resto Makassar ini menawarkan makanan yang sehat, tanpa mengurangi kenikmatan rasa. Pengelolanya menjamin menu yang disajikan tak dicemari bumbu berbahan kimia. Rasa enak datang dari racikan bumbu murni rempah-rempah Indonesia.<br />
Ketika uji rasa tiba, rasa pedas yang menggigit berasal dari merica. Untuk rasa manis, dari kecap. Ini terjadi pada sajian Tata Rib’s. Menu andalan H. Mamink itu berbahan</p>
<p>dasar daging sapi panggang yang dilumuri campuran bumbu kacang dan kecap.<br />
Supaya aromanya terasa kuat, daging berikut tulang yang sebelumnya sudah direbus itu dipanggang di atas arang tempurung kelapa. Kalau pakai arang kayu, hasilnya kurang memuaskan. Aromanya tak sesedap cara pertama. ”Tata Rib’s ini hasil inovasi kami sendiri,” bangga Hendri.<br />
Dari segi penampilan menu itu tak terlalu istimewa. Tak ada garnis yang cantik. Untungnya, kelemahan itu tertutupi oleh rasa yang oke. Untuk melepaskan daging dari tulang cukup mudah. Artinya, daging sudah cukup empuk. Alhasil, menu ini sukses merayu lidah untuk menyampaikan pesan nikmat ke otak.<br />
Menu berikut, konro. Ini hidangan ala Makassar yang bisa dijumpai di mana-mana. Tapi keunggulan Mamink, lagi-lagi, ada pada bumbu sedap dan dijamin sehat. Konro berisi daging iga sapi dua tulang, beratnya sekitar 80 gram. Setelah direbus selama tiga jam, daging bertulang itu siap diolah dengan bumbu rempah-rempah.<br />
Untuk penyajiannya, konro selalu dihidangkan bersama tulang yang besar-besar. Mau tak mau terlihat begitu menggoda. Di mana saja, penyajian konro ya seperti tadi. Cuma yang membedakan soal bumbu tadi. Konro makin sedap dinikmati bila disantap berbarengan dengan cabe rawit gila. Cabe mungil dari Maros bisa membuat ”hot” siapa saja.<br />
Kalau ingin mencicipi sajian Makassar lainnya, kita tinggal pilih dalam daftar menu. Ada Soto Daeng Tata, Sop Sodara Daeng Tata dan Coto Daeng Tata.<br />
Sebagai pendamping, bisa pilih nasi putih, burasa atau ketupat. Di luar itu, masih ada ayam goreng mentega, sate sapi, cap say, ifumi Mamink, ayam goreng mentega dan goreng nasi.<br />
Pada urutan menu minuman, ada es palubutung, es pisang ijo, es Mamink, es rumput laut dan es Bugis. Tak ketinggalan aneka jus dan beberapa jenis teh. Soal harganya, dari lima ribu sampai dua puluh ribu perak.</p>
<p>Kisah Sukses<br />
Kiprah H. Mamink dimulai pada 1993. Ceritanya, lelaki asal Makassar ini merasa tertantang untuk mempopulerkan menu tradisional dari daerahnya gara-gara melihat rumah makan Pariaman (masakan Padang) menjamur di tiap pelosok kota. Ia pun coba membuka tempat makan.<br />
”Waktu itu masih kaki lima, pakai tenda plastik di pinggir jalan raya,” kata Hendri. Lokasi warung kaki lima ini ada di Jalan Dr. Supomo, Jakarta Selatan. Persisnya, di depan Universitas Sahid.<br />
Karena tak sanggup menampung tamu yang membludak, H. Mamink mulai berpikir untuk membuka resto permanen. Dengan konsep ruang sederhana, tempat baru berhasil dibuka pada 1994. Letaknya, di Jalan Casablanca 33. ”Kami memang nggak mau pakai ruang yang mewah. Sebab kami ingin rumah makan ini bisa dikunjungi siapa saja,” ujar Hendri.<br />
Selain keramahan dan bumbu yang menawan, lelaki bernama asli H. Amir Rahim itu punya inovasi lain untuk memelihara kesetiaan tamu. Caranya, memanfaatkan teknologi SMS. Pelanggan yang sudah lama tak datang, akan dikirimi pesan. ”Biasanya, kami dapat dengan cara bertukar kartu nama,” sebut Hendri.<br />
Promosi model begitu dirasakan efisien. Sebab keakraban makin terbina dengan baik. Pastinya cara itu jadi bukti kalau inovasi itu harus terus dicari di tengah persaingan resto tradisional yang makin ketat. <strong>(SH/bayu dwi mardana&#8211;Sinar Harapan)</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/daengtata.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/daengtata.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/daengtata.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/daengtata.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/daengtata.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/daengtata.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/daengtata.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/daengtata.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/daengtata.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/daengtata.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/daengtata.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/daengtata.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/daengtata.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/daengtata.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daengtata.wordpress.com&amp;blog=5569196&amp;post=1&amp;subd=daengtata&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daengtata.wordpress.com/2008/11/19/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/32ff080dc198503bc0a0a19ec92dd969?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">daengtata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://daengtata.files.wordpress.com/2008/11/kafe01.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kafe01</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://daengtata.files.wordpress.com/2008/11/kafe02.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Menu makanan Lezat Resto Mamink Daeng Tata</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
